Health

Masyarakat Diminta Waspadai Penularan Campak saat Lebaran

Jakarta (KABARIN) - Momen Lebaran identik dengan silaturahmi dan kumpul keluarga. Namun di balik suasana hangat tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk lebih waspada terhadap potensi penularan penyakit campak, terutama pada anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi dan balita selama perayaan Idul Fitri. Hal ini karena daya tahan tubuh anak-anak kecil masih tergolong rentan terhadap berbagai penyakit menular.

“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).

Ani menjelaskan, hingga saat ini memang belum ditemukan kasus campak di wilayah Jakarta. Meski begitu, penyakit tersebut sudah dilaporkan muncul di beberapa daerah di sekitar ibu kota.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil. Menurutnya, langkah pencegahan sejak dini penting dilakukan agar penularan penyakit bisa diminimalkan.

“Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya,” ujar Ani.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) sebelumnya juga mengingatkan bahwa penyakit campak sebenarnya masih sering ditemukan. Salah satu penyebabnya adalah imunisasi anak yang belum lengkap.

Ia bahkan mengaku hampir setiap pekan menemukan pasien anak yang harus menggunakan ventilator atau dirawat di ruang perawatan intensif anak (PICU) akibat komplikasi campak.

Menurut Arifianto, kondisi tersebut menunjukkan bahwa campak bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Padahal, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, ia mengingatkan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi secara lengkap. Anak-anak yang belum pernah terpapar virus atau bakteri perlu diperkenalkan dengan vaksin agar tubuhnya mampu membangun antibodi.

Dengan begitu, ketika suatu saat mereka terpapar penyakit, tubuh sudah memiliki pertahanan untuk melawannya.

Adapun imunisasi campak rubela diberikan dalam tiga tahap. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis penguat ketika anak berusia 18 bulan, dan kembali diberikan saat anak berusia 6 hingga 7 tahun.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: